Penanganan Rasa Sakit dan Cidera Otot

Jangan biarkan rasa sakit menghalangi Anda menjadi aktif dan bertenaga. Ada beberapa pilihan cara untuk mengatasi rasa sakit yang mengganggu itu.

Para ahli terapi fisik, fisioterapis, chiropractors, hingga ahli akupunktur dan para spesialis sejenis lainnya teah menguasai beberapa cara untuk meredakan kejang otot dan sakit urat syaraf. Peradangan dan pembengkakan bahkan juga dapat diatasi, setidaknya dengan terapi fisik.

Terapi Fisik Dapat Meredakan Rasa Sakit
Kita awali dengan beberapa cara yang segera dapat meredakan rasa sakit Anda.
Pemijatan
Pemijatan mampu meredakan rasa sakit bagi banyak orang. Pemijatan dapat menyembuhkan kejang otot dan bahkan pembengkakan. Perlu diingat bahwa terdapat berbagai macam teknik pemijatan dan pastikan Anda memilih yang sesuai dengan jenis rasa sakit Anda.
Manipulasi Fisik
Nama praktek resminya adalah chiropractic. Teknik ini sering dapat membantu menyembuhkan cedera atau kejang otot, dan terkilir. Jika ada tulang tubuh tidak berada dalam posisi yang semestinya, maka manipulasi fisik dapat segera menyembuhkan rasa sakit seketika. Sembuhnya rasa sakit dikarenakan pemindahan tekanan pada sebuah otot atau syaraf dan tulang dikarenakan pensejajaran yang mengurangi tekanan pada bagian tubuh lainnya. Namun sebaiknya Anda memastikan ahli terapinya (chiropractor) benar-benar sudah profesional dan tidak melakukan manipulasi fisik secara berlebihan dan agresif yang justru dapat menyebabkan cidera. Kewaspadaan ini sangat dianjurkan terutama ketika Anda membetulkan posisi leher atau punggung jangan sampai mencederai tulang belakang.
Ultrasound
Adalah alat yang sama berteknologi gelombang suara yang biasa digunakan untuk echocardiogram atau prenatal ultrasound pada perkembangan bayi. Ya, alat ini juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit otot. Ultrasound benar-benar aman dan sangat efektif mengurangi rasa sakit, kejang urat, dan bahkan peradangan otot.
Akupunktur
Akupunktur dan beberapa perawatan lain yang menggunakan jarum juga manjur untuk mengatasi rasa sakit pada otot. Ingat, pastikan jarum atau alat apapun yang akan ditancapkan di kulit benar-benar steril, bersih, dan belum pernah dipergunakan oleh orang lain.
Acupressure
Bila Anda memang takut dengan jarum akupunktur, maka pilihlah acupressure. Acupressure adalah penekanan titik-titik tubuh dengan tangan atau jari baik oleh diri sendiri atau bantuan orang lain. Letakkan jari tangan kiri pada dasar tengkorak kepala, lalu turunkan selebar satu jari, lalu geser ke kiri selebar satu jari juga. Posisikan jari tangan kanan pada posisi yang sama di bagian kanan. Lalu tekan kedua titik tersebut selama 1-3 menit. Titik penghilang stress yang kedua terletak selebar empat jari di bawah tempurung lutut, lalu melebar satu jari ke arah luar tulang kering Anda.

Penyembuhan Rasa Sakit di Rumah
Beberapa jenis pengobatan dan perawatan rasa sakit diatas mungkin tidak bisa rutin Anda lakukan atau bahkan tidak bisa sama sekali karena terbatasnya pelayanan, peralatan, keahlian atau bahkan mahalnya biaya. Jika begitu maka pilihlah beberapa jenis perawatan di rumah berikut ini:
Peregangan (Stretching)
Selain bermanfaat untuk menjaga kelenturan otot, peregangan atau stretching juga dapat meredakan rasa sakit. Stretching dapat menghilangkan rasa ngilu atau pegal sehabis olahraga atau bekerja keras serta menyebabkan otot tetap fleksibel. Namun tetap utamakan melakukan stretching berdurasi 5-8 menit pada sebelum dan setelah latihan di mana otot sudah mulai panas. Bila otot dalam keadaan panas, overstretch tidak mudah membuat cedera otot. Terutama bagi para atlet, stretching bisa mengurangi kemungkinan terjadinya cedera.
Kompres air dingin atau panas
Cara ini mungkin salah satu yang paling mudah diterapkan. Secara umum, kompres air dingin atau es mampu mengurangi rasa sakit dan peradangan otot. Baik kompres dingin atau panas sangat efektif pada 48 jam pertama setelah terjadinya cidera atau memar sakit. Namun bagaimanapun juga, respon kemanjurannya berbeda-beda pada setiap jenis rasa sakit dan cidera. Jadi, pilihlah mana yang tepat untuk Anda terapkan.
Menarik otot (traction)
Traction atau gerakan menarik otot dapat disebut juga sebagai salah satu teknik peregangan dan juga sangat efektif untuk beberapa jenis rasa sakit atau cidera. Traction biasanya diterapkan pada lengan, jari, dan kaki oleh bantuan orang lain. Namun tetap saja lakukan teknik traction yang benar dengan hati-hati untuk menghindari resiko cidera.
Stimulasi Listrik
Cara ini dapat mengurangi rasa sakit pada beberapa orang terutama jika area sakit atau cideranya tergolong kecil. Salah satu teknik yang dikenal adalah TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) yaitu dengan menempelkan dua atau lebih bantalan elektroda berperekat yang tersambung dengan alat berarus listrik level rendah (tanpa rasa sakit) di sekitar area sakit atau cidera. Namun dianjurkan Anda mencobanya terlebih dulu alat ini di klinik pelayanan profesional sebelum memutuskan membeli alatnya untuk digunakan sendiri di rumah.

Pengobatan Kejang Otot atau Keseleo
Kejang otot atau kontraksi satu atau sekelompok jaringan otot adalah salah satu keadaan yang sering menyertai beberapa kondisi sakit atau cidera otot. Berusaha mencegah terjadinya kejang otot sangat penting untuk mencegah sakit yang lebih kronis.

Jika terapi fisik tidak cukup untuk menyembuhkan kejang otot, terdapat beberapa pengobatan yang mampu membantu relaksasi otot. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah efek sampingnya yaitu mengantuk. Jadi setelah memakai obat relaksan ini, sebaiknya Anda tidak mengemudi, mengoperasikan mesin, atau aktifitas lain yang memerlukan kewaspadaan mental, sampai Anda mengetahui bagaimana reaksi tubuh terhadap obat relaksan tersebut. Sebaiknya obat relaksan otot dikonsumsi sebelum tidur karena cara kerja obat yang berefek samping sebagai penenang dapat memperbaiki kualitas tidur.

Sindrom Ehlers Danlos dan beberapa kondisi lain yang menyertai lenturnya otot adalah hal yang biasa terjadi saat pengobatan. Hal itu membuat beberapa orang khawatir obat relaksan akan memperburuk kondisi sakitnya. Faktanya, hal tersebut adalah biasa. Obat relaksan otot justru membantu mobilitas sendi untuk bekerja lebih baik dan memperbaiki stabilitas sendi.

Beberapa jenis obat relaksan yang sering digunakan adalah metaxalone (Skelaxin®), cyclobenzaprine (Flexeril®), orphenadrine (Norflex®), carisoprodol (Soma®) dan baclofen (Lioresal®). Namun respon setiap orang berbeda-beda terhadap jenis obat-obatan relaksan tersebut. Sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli syaraf untuk menentukan obat relaksan mana yang cocok untuk Anda.

TENTANG OTOT

Saya ingin membentuk otot perut dan otot dada. Apakah ada yang tahu bagaimana cara ideal untuk latihan dan pemanasan yang benar. Biasanya saya hanya latihan angkat barbel ringan selama beberapa kali sampai otot terasa mengencang (biasanya 60x) dan sit up secukupnya. Untuk pemanasan saya biasanya hanya lari-lari kecil, lompat dan gerakan ringan lainnya selama 15 menit. Namun dengan pemanasan seperti itu terkadang saya tetap merasa sakit otot yang saya latih, apakah cara pemanasan saya salah Tolong beritahu saya cara pemanasan yang benar (kalau bisa dengan cara menggerakannya agar saya tidak salah) dan cara latihan yang ideal untuk membentuk otot dada. Umur saya 19 tahun dengan tinggi 164 berat 54 kg.

Memang teori pembentukan otot adalah merusak serabut otot halus agar otot terus meregenerasi (tumbuh) tentunya sakit/pegal (bukan cedera karena latihan yang salah), namun tidak disarankan untuk menggunakan obat-obatan untuk penyembuhan. Otot harus regenerasi sendiri!!! Setelah sembuh (istirahat) rusak lagi, misalnya dengan beban yang lebih berat atau jumlah angkatan yang lebih banyak.

Untuk bikin badan menjadi besar:

  1. Latihan dengan beban yang berat, dan semakin berat tiap saat. Tapi jangan terlalu berat sampai badan Anda patah atau bebannya jatuh.
  2. stirahat sesebentar mungkin antar-set. Kalau bisa, hanya cukup untuk ngatur beban buat set berikutnya. Mungkin 20 detik.
  3. Latihan jangan terlalu lama. 2 jam udah cukup.
  4. Habis latihan diakhiri sama cardio. Jogging atau sepeda, 15-30 menit.
  5. Minum whey protein dengan campuran air saja, tepat setelah latihan.
    Pada awalnya badan Anda akan terasa ngilu-ngilu. Ini biasanya kurang stretching. Ingat, beban berat itu jangan terlalu dipaksakan. Anda rasakan sendiri saat mengangkat beban tersebut. Kalau terlalu berat, ganti yang lebih ringan sedikit.

Bagaimana caranya agar otot dada dan otot bicep saya berkembang lebih cepat karena saat ini otot bahu dan trisep saya udah lumayan besar tapi sepertinya otot dada dan bicep agak lambat perkembangannya. Apakah saya harus fokus latihan otot dada dulu atau bagaimana. Apakah di setiap kita latihan, melatih otot dada dan bicep dulu baru bagian otot lainnya atau bagaimana seharusnya yang benar?
Sebetulnya variasi latihan banyak soal ini. Ada yang berpendapat latihan tricep dan bicep bisa satu session (type eccentric dan coccentric muscle) ada yang dipisah.

Tapi soal prioritas memang dahulukan otot yang ’stubborn (tidak mau berkembang)’ atau ‘memang goalnya’ itu. Beri porsi bagian itu dengan intensitas tinggi atau piramid (beban ringan kemudian tambah berat tambah berat) dahulu. Beri juga bagian itu dengan 4-5 jenis latihan (Misal Bicep: Concentration curl, preacher curl, dlsb) Baru bagian lain. Tapi otot itu tetap butuh off/rest. Lakukan gerakan yang benar dengan beban sedang baru lakukan dengan beban berat (Anda bisa mengangkat 4-5 reps). Biasakan gunakan 3 set dalam latihan.

Tetap jangan pernah lupakan otot besar seperti chest, back, quadricep. Gunakan log training untuk mengukur perkembangan Anda. Ukuran kuantitas (tampak berotot) kurang bisa terukur hasilnya. Variasi latihan bisa lihat banyak artikel dan majalah binaraga.

Apa betul caffeine tidak baik untuk pembentukan otot?
Tidak ada pengaruh otot dengan caffein. Bahkan dalam kadar tertentu caffein diperlukan bagi penggemar olahraga. (untuk kesegaran tubuh). Kalau Anda weight training sebaiknya minum kopi sebelum latihan (boleh 1 jam sebelum atau kurang). Kejelekan minum kopi setelah latihan akan dapat mengganggu proses istirahat Anda (sulit tidur).

Apakah ada pengaruh buruk jika sehabis latihan kita minum kopi?
Justru karena mengganggu proses recovery itulah caffein itu tidak baik, lagipula konsumsi caffein dalam jumlah besar akan menyebabkan pembuluh darah jadi ”aus,” karena caffein itu senyawa yang paling tidak bisa kompromi dengan lemak sedangkan pembuluh darah dilapisi oleh lemak.

Ini soal katabolik. Apakah ada tanda-tanda yang bisa kita rasakan dari tubuh kita kalau otot kita mengalami katabolik/kanibalisasi otot, dan selama ini terus menjaga asupan nutrisi tetap mencukupi?
Kalau sampai terasa bibir (mulut) merasa seperti pahit (seperti ada bubuk logam), itu sudah masuk fase ketosis. Misalnya ketika puasa tetap latihan berat. Biasanya kalau sudah lemas, kepala pusing atau mau muntah, itu tanda-tanda mau masuk ketosis (katabolik). tapi mungkin tiap orang tandanya beda.

Apakah kalau di saat kita tidak latihan atau istirahat untuk pemulihan otot sehabis latihan, misalnya kemarin kita latihan berat, hari ini kita istirahat dulu, apakah harus tetap mengonsumsi jumlah protein yang sama seperti di saat latihan atau tidak, tapi tetap berkeinginan untuk menaikkan berat badan. Yang dilakukan selama ini apabila tidak latihan, porsi makan biasa aja (rendah karbohidrat dan rendah protein). apakah itu sudah benar atau bagaimana seharusnya, dan kira-kira pola makan yang bagus seperti apa (Tinggi 173 cm dan berat 70 kg).
Tetap sama saja, prinsip weight training untuk pembesaran otot/hypertrophy adalah ‘merusak’ otot dan membiarkan protein mensintesa/merecovery otot tersebut. Fase recovery justru paling signifikan timbul pada rest/off. Oleh karena itu protein tinggi (1-2 g per kg berat tubuh) dibutuhkan dalam fase ini. Perbedaan orang dengan otot besar dan tidak adalah justru di pengaturan makan khususnya protein ini. Exercise adalah sebagai trigger metabolisme tubuh untuk keperluan ini.

Jadi pola rendah karbohidrat dan rendah protein tentu saja kurang tepat. Keduanya justru sangat diperlukan sebagai sumber tenaga dan sumber sintesa otot.

Bagaimana mengenai minyak ikan, menurut artikel, minyak ikan selain berfungsi sebagai sumber vitamin A dan D, juga berguna untuk perkembangan otot dan pembakaran lemak. Apakah fakta itu benar?
Mungkin ada benarnya juga, tapi tetap saja harus diikuti dengan makanan yang berkualitas. Minyak ikan merupakan jenis minyak yang baik, yang dapat menekan lemak jahat. Minyak ikan memang baik dan harus dikonsumsi apalagi jika kita sedang diet. Makanlah minyak ikan setelah sehabis makan karena minyak ikan juga bisa menghambat naiknya gula darah secara cepat.

Menurut kedokteran, vitamin yang berperan langsung pada mekanisme pertumbuhan otot adalah: vitamin B. Vitamin ini adalah katalis (katalis = zat yang dapat mempercepat suatu reaksi kimia) pada reaksi-reaksi pemecahan protein makanan saat dijadikan protein tubuh. Vitamin yang berikutnya adalah vitamin C. Vitamin ini berperan secara tidak langsung dan membantu kita untuk bisa beristirahat dengan optimal.

Saya seorang karyawan swasta usia saya 25 tahun, tinggi saya 171 dan berat saya 55 kg, Saya menginginkan tubuh saya berotot, tapi sulit sekali, dulu pada usia 19 tahun pernah berlatih sendiri di rumah dan konsumsi suplemen Amino 2000 Universal, susu L-Men, dan putih telur sehari menghabiskan 3 butir, saya berlatih hingga tubuh saya basah sekali dengan keringat, tapi hingga suplemen habis saya komsumsi, tubuh saya tak ada perubahan yang berarti, apakah karena pertama kali berlatih saya mengangkat beban yang terlalu berat, sehingga otot saya sulit untuk berkembang, dan kini saya mencoba untuk berlatih kembali sendiri di rumah dengan peralatan seadanya, apa penyebabnya?
Sebenarnya untuk menumbuhkan otot hanya diperlukan 3 faktor berikut:

  1. Latihan yang optimal (high intensity dan sebaiknya menggunakan beban yang cukup berat).
  2. Makanan yang bergizi tinggi, ratio karbohidrat : protein : lemak = 35 : 50 : 15 (dan di atas jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh Anda).
  3. Istirahat (tidur) yang cukup. Minimal 6-8 jam sehari.

Latihan berjam-jam sampai basah kuyup dengan keringat, kalau tidak dilakukan dengan tepat, misalnya berat yang digunakan tidak cukup berat untuk Anda, dan waktu istirahat antar reps/set/exercise yang terlalu lama, percuma saja jadinya. Latihan optimal itu antara 1-2 jam. Latihan 2 jam sudah termasuk pemanasan, stretching, latihan inti, latian bicep/tricep, dan aerobik (15-20 menit).

Untuk menambah otot, Anda tidak perlu makan sampai 2-3 porsi sekali makan. Cukup menambah frekuensi makan Anda dari 3x sehari jadi 5 sampai 6x sehari. Binaragawan kelas berat umumnya bisa sampai 10x sehari.

Definisi makan sering itu lebih bisa diterjemahkan ke bahasa kita sebagai “ngemil”. Cuma bedanya, kita ngemilnya lebih sehat, bukan goreng-gorengan yang tinggi lemak, tapi buah, protein, susu. Untuk umumnya kita yang sulit membuat menu makanan yang tinggi protein tapi tetap sehat, kita menggunakan supplemen seperti whey protein. Konsumsi whey protein ini prioritasnya langsung setelah Anda latihan beban (dalam 30 menit pertama). Inilah saat terbaik mengonsumsi supplement protein. Kemudian dalam 1 jam setelah latihan, baru Anda boleh makan besar (pake nasi dan lauk pauk). Konsumsi protein terbaik kedua adalah pagi hari dan sebelum tidur, baru kemudian sebelum latihan.

Untuk istirahat, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Kecuali Anda punya insomnia yang akibatnya sulit tidur. Satu hal lagi, perkembangan otot tidak akan terjadi dalam semalam, karena butuh proses yang cukup lama, sehingga jangan memasang target yang terlalu tinggi yang sulit dicapai karena Anda akan bosan dengan latihan nantinya. Konsumsi supplemen yang tepat yang sangat mempengaruhi pertumbuhan otot dan konsumsi amino tidak berefek sama sekali.

Anda bisa lakukan cycle menggunakan supplemen yang relatif mahal seperti whey protein, 1-2 bulan. Dana untuk membeli amino bisa Anda alihkan untuk membeli whey. Susu L-Men juga mengandung whey protein, tapi dosisnya terlalu rendah dan harganya relatif mahal untuk konsumsi yang sering.

Makanya sebaiknya latihan di gym saja, karena di gym peralatannya lengkap dan ada instruktur yang bisa mengajarkan tehnik-teknik yang benar supaya latihannya tidak sia-sia.

Awalnya yang penting tehnik latihan Anda harus benar untuk menghindari cedera dan supaya mengena pada otot yang ingin dilatih, jika tekniknya sudah benar, baru mulai dengan beban-beban yang berat yang bisa Anda angkat untuk menstimulasi otot Anda supaya cepat mengembang, karena kalau bebannya ringan-ringan saja otot akan lama berkembangnya.

Atur diet Anda, perbanyak makanan dengan nutrisi lengkap, untuk memperbesar otot diperlukan banyak makanan sumber protein dan karbohidrat, makan telur kalau cuma tiga butir sehari jika tanpa ditambah sumber protein lainnya maka itu terlalu sedikit karena tiga butir telur kandungan proteinnya tidak lebih dari 10 gr.

Kalau bisa sumber proteinnya ditambah lagi, misalnya sehari makan telur minimal 10 butir, dada ayam 500 gr, ikan, tahu-tempe, susu high-protein, dll. Tapi jangan lupa sayur-sayuran juga untuk seratnya.

Saya ingin menambah massa otot saya sekaligus mengurangi lemak. Saya berencana membeli produk weight gain. Masalahnya saya ragu apakah weight gain menambah massa otot saja, atau juga menambah lemak?
Namanya saja weight gainer, tujuannya pasti menambah massa otot yang mana dalam massa otot ini termasuk di dalamnya lemak/fat. Untuk menambah berat badan, ada produk-produk yang cukup baik dipasaran seperti massive whey gainer (kalau Anda tipe hard gainer, bisa pakai muscle juice). Atau juga bisa jenis lain yang Anda suka dan sesuai dengan kantong Anda.

Sebaiknya suplemen jenis apa yang saya konsumsi?
Kalau untuk build and gain lean mass muscle cuma satu : PROTEIN, bisa ditambah CREATINE untuk muscle volumizer dan stamina.

Dan seandainya weight gain saya konsumsi, apakah setelah tidak mengonsumsi lagi maka berat saya akan turun lagi?
Bisa ya bisa tidak, tergantung diri Anda sendiri. Masih terus latihan apa tidak? Pola makan tanpa tambahan weight gain bagaimana? Masih suka begadang sampai subuh?

Program diet bagaimana yang sebaiknya saya jalankan?
Diet maksudnya makan makanan sehari-hari diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan setiap harinya untuk mencapai tujuan yang direncanakan dalam hal hubungan dengan tubuh kita. Mengatur dietnya bisa untuk tubuh agar ramping, ideal, macho atau diet untuk nambah berat badan? Tergantung tujuan Anda.

Kata teman saya latihan chest dan back tidak boleh bersamaan karena hasilnya akan jelek. Latihan bisep dan trisep juga tidak boleh bersamaan, soalnya jadinya lambat. Apakah benar demikian?
Sebaiknya dibedakan hari latihannya,. jangan digabung. Sebaiknya chest dengan triceps, kemudian back & biceps, tapi jangan over training karena pada saat kita melatih chest, triceps juga ada andil, begitu pula dengan saat latihan back, otot biceps juga ikut andil.

Saya ingin menambah massa otot saya sekaligus mengurangi lemak. Saya berencana membeli produk weight gain. Masalahnya saya ragu apakah weight gain menambah massa otot saja, atau juga menambah lemak? Sebaiknya suplemen jenis apa yang saya konsumsi? Dan seandainya weight gain saya konsumsi, apakah setelah tidak mengonsumsi lagi maka berat saya akan turun lagi? Program diet bagaimana yang sebaiknya saya jalankan?
Jika mau menambah
massa otot (bulking phase) maka sementara tidak usah memikirkan untuk mengurangi lemak karena walau bagaimanapun proses menambah massa otot sedikit/banyak pasti akan ikut menambah lemak juga. Biarkan saja lemak bertambah asalkan massa ototnya bertambah. Kalau nanti massa ototnya sudah mencapai target yang diinginkan baru kikis lemak dengan melakukan cutting phase.

Untuk bulking suplemennya memang sebaiknya weight gainer, lakukan diet dengan skala Carb:Prot:Fat = 40:40:20. Jika Anda bisa mengatur diet Anda dengan real food, maka tanpa suplemen pun Anda bisa mempertahankan berat badan yang ideal bagi Anda, oleh karena itu jangan menjadikan diet Anda terlalu tergantung pada suplemen.

Instruktur kami mengatakan bahwa cardio (treadmill) akan berefek pada “kempesnya” badan, karena proses pembakaran lemak akan terjadi merata pada seluruh bagian tubuh, yang pada gilirannya badan akan kelihatan berotot, tetapi kecil. Sedangkan dari yang saya baca, dikatakan bahwa kondisi ideal adalah latihan beban dibarengi cardio. Mana yang benar? Pertanyaan kedua adalah, apakah pemakaian weight gainer dan cardio pada saat yang bersamaan merupakan hal yang ideal atau bertolak belakang, mengingat pemakaian weight gainer adalah untuk menambah berat badan, sedangkan latihan cardio bertujuan mengurangi lemak.
Tergantung tujuannya, Anda sedang bulking apa lagi cutting? Kalau orang kurus yang sedang bulking untuk menambah massa otot boleh saja latihan cardio tapi sebaiknya jangan terlalu sering, karena akibatnya seperti yang dijelaskan oleh instruktur Anda itu. Tapi kalau yang sudah memiliki massa otot yang massive dan ingin mempertajam definisi ototnya maka perlu melakukan latihan cardio, karena dengan latihan cardio maka akan mengikis lemak yang ada di seluruh tubuh dan di sekitar otot sehingga bentuk otot makin terlihat jelas/tajam.

Dalam body building dikenal 2 fase umum dalam mencapai tujuan pembentukan yaitu Bulking (= pembesaran) dan cutting (= pengeringan). Fase cutting tentulah bertolak belakang dengan fase bulking, di mana dalam fase cutting pada umumnya diperlukan bagi seseorang atlit yang akan menuju kompetisi yang memerlukan pengeringan tubuhnya sehingga definisi ototnya benar-benar tampak atau juga bagi seseorang yang boleh dikatakan dia sedang dalam keadaan overweight.

Memang benar dalam fase cutting juga diperlukan latihan beban. Tapi beban yang bagaimana? Tentulah satu hal yang perlu diperhatikan dalam latihan cardio bahwa selama latihan ini kita jalankan, maka kalori, lemak, protein (otot) akan mengalami resiko kehancuran yang amat besar (karena pembakaran) dan oleh karena itu latihan beban yang benar adalah latihan dengan beban ringan (light) dengan repetisi per set yang agak banyak (biasanya antara 15 - 20) agar otot kita tidak lebih banyak yang hancur dan membentuk/mengencangkan otot-otot tubuh kita (yang mana tidak kita dapati selama latihan cardio).

Pemakaian weight gainer dalam fase cutting sangatlah tidak cocok (bertolak belakang) dan tidak pernah dianjurkan. Weight Gainer diperlukan oleh seseorang yang ingin menambah berat badan dan massa otot yang lebih banyak, tetapi tentunya lemak di tubuh kita juga bertambah karena setiap weight gainer mengandung kalori yang boleh dikatakan cukup tinggi (umumnya lebih dari 600 kcal), sedangkan fase cutting kita tujukan untuk membuang asupan kalori yang berlebih dari tubuh kita. Saya anjurkan dalam fase cutting Anda jaga saja pola makan dari real food Anda dengan benar yaitu low fat, low / medium carbo dan high protein. Bila hendak memakai suplemen, saya cuma anjurkan pakai protein powder yang rendah lemah dan karbohidrat + multivitamin dan bila ada budget lebih bisa ditambahkan glutamine/ glutapure.

Bagaimana cara membuat badan menjadi tebal?
Faktor-faktor yang sangat perlu diperhatikan dan ini merupakan teknik utama yang sering orang anggap remeh, mungkin Anda pun pernah tahu.

1. Faktor latihan.
Usahakan latihan Anda tidak terlalu diforsir. Hanya 4-5 x latihan perminggu.dengan durasi 1-1,5 jam sehari, tapi dengan intensif (istirahat antar set hanya 30-60 detik). Jangan berlatih kalau tidak konsentrasi dengan yang dilatih, kondisi harus benar-benar fit. Yang penting ada motivasi latihan.

2. Faktor istirahat (tidur)
Usahakan tidur malam jangan lewat dari jam 11 malam (hilangkan kebiasaan begadang). Tidur malam paling baik 7-8 jam. Usahakan tidur siang 1 jam. Jangan kurang dari 20 menit dan jangan lewat dari 1 jam. Tidur baik untuk pemulihan dan pembuatan sel otot. Saat inilah otot akan membesar. Ingat bukan saat kita berlatih.

3. Faktor makan.
Faktor ini akan sangat menentukan. Usahakan makan makanan yang bermutu dan sehat. Jauhi makanan yang mengandung lemak jahat seperti gorengan, gula berlebih, santan, dll. Makanlah makanan dalam porsi sedikit tapi lengkap, diatur setiap 3 jam sekali. Jadi sehari paling tidak Anda harus makan 6-7 kali sehari (kecukupan kalori). Belilah susu atau whey protein, konsumsi sebelum tidur malam dengan porsi jumbo sekitar 8 sendok makan susu bubuk/whey protein dengan 400 ml air dingin. Jangan pake gula. Pilihlah susu tanpa lemak atau lemaknya lebih rendah dari protein dan karbohidrat.

Semua faktor di atas harus dilakukan scr disiplin dalam tempo 3 bln, pasti akan kelihatan hasilnya.jangan berharap cepat kalau 3 faktor diatas tidak dilakukan satu persatu.

Nah, sekarang untuk latihannya. Latihan untuk bisep ada banyak variasinya, di antaranya barbel & dumble curl, hammer curl. Semua gerakan bersifat mengisolasi otot bisep. Untuk membentuk otot bisep supaya lebih terbentuk lagi tentunya Anda juga harus memperhatikan pola latihan dari variasi, repetisi dan setnya. Untuk membuat supaya definisi ototnya terlihat jelas paling tidak Anda harus melakukan banyak variasi gerakan. gunakan 1 setnya barbell curl sebanyak 20 x untuk beban yang ringan. Kemudian set berikutnya beban ditambah sampai Anda hanya mampu mengangkat beban max hanya 6x dan tidak bisa lebih. Usahakan setiap repetisi dilakukan dengan bersih dan benar. Saat gerakan negatif dan positif. (ada istirahat antar setnya selama 30-60 dtk saja). Kemudian setelah Anda mencapai beban maksimum tadi, lakukanlah penurunan beban dari beban max sampai beban minimum tanpa beristirahat. Usahakan repetisi (pengulangan gerakannya) jangan kurang dari 8 rep. Sampai Anda merasakan panas pada sekitar otot bisep Anda. Kemudian lakukan variasi selanjutnya dengan cara yang sama seperti di atas. Lakukan minimal 3 variasi latihan bisep dan ingat konsentrasi terus pada saat fitness, jangan terlalu banyak istirahat. Latihan bisep lebih bagus jika Anda terlebih dahulu melakukan pemanasan dengan repetisi yang banyak dan beban yang sangat ringan. Dianjurkan Anda melakukan barbell curl terlebih dahulu. Jangan terlalu fokus pada urutannya, nanti otot Anda bosan. Pilih yang lebih tepat terhadap bebannya.urutan yang biasa saya latih adalah:

  • barbell curl (pegangan lebar/wide grip)
  • dumble curl
  • seated barbell curl (pegangan sempit/close grip)
  • seated dumble curl
  • hammer curl